Kontroversi Sekolah Tatap Muka, di Kota Malang Tetap Berjalan, Di Kota Pasuruan Dihentikan

  • 3 tahun yang lalu
MALANG DAN PASURUAN, KOMPAS.TV - Sejumlah Pemerintah Daerah di Jawa Timur memiliki kebijakan berbeda terkait sekolah tatap muka. Pemerintah Kota Malang memilih tetap menjalankan sekolah tatap muka, meski 253 anak terpapar virus corona. Sedangkan Pemerintah Kota Pasuruan memutuskan menghentikan sekolah tatap muka seiring meningkatnya kasus corona.

Kebijakan tetap menjalankan sekolah tatap muka disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang, Sutiaji. Ia memilih sekolah tatap muka tetap digelar, karena penting bagi anak-anak agar terhindar dari paparan gadget dan konflik rumah tangga.

Menurut Wali Kota Malang, Sutiaji, sekolah tatap muka aman bagi anak-anak, asalkan dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat. Data 253 anak di Kota Malang terpapar virus corona merupakan data selama setahun lebih, yakni mulai Maret 2020 hingga 21 Juni 2021. Mereka terpapar virus corona di luar sekolah.

Berbeda dengan Pemerintah Kota Pasuruan. Sekolah tatap muka yang sempat diujicobakan, akhirnya dihentikan sementara. Penghentian sekolah tatap muka berlaku untuk SD dan SMP mulai 21 Juni 2021 hingga waktu yang belum ditentukan.

Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf mengatakan bahwa penghentian pembelajaran tatap muka dilakukan menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Pasuruan sejak beberapa hari terakhir. Bahkan baru-baru ini, muncul klaster ziarah makam wali 5 yang membuat Kota Pasuruan masuk zona merah penyebaran Covid-19.

Terlepas dari perbedaan kebijakan itu, virus corona merupakan ancaman nyata, yang harus ditangani dengan penerapan protokol kesehatan secara serius dan program vaksinasi yang tuntas.



#SekolahTatapMuka #PemkotMalang #PemkotPasuruan #Covid-19

Dianjurkan