Поиск
Библиотека
Вход
Развернуть на весь экран
4 года назад

Makanan Berbahaya Untuk Ibu Hamil

Ligahovo
Makanan Berbahaya Untuk Ibu Hamil\r
Ketika sedang hamil, apa yang Ibu makan dan minum tentunya mempengaruhi kesehatan buah hati dalam kandungan, bahkan setelah dilahirkan. \r
Banyak makanan dan minuman yang ditemui sehari-hari ternyata berpotensi menimbulkan bahaya bagi perkembangan si kecil, karena makanan atau minuman tersebut bisa saja sudah terkontaminasi bakteri, parasit, atau mineral berbahaya. \r
Oleh karena itu, seperti yang dilansir oleh AloDokter.com maka selama dalam masa kehamilan, ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk menghindari atau bahkan tidak mengonsumsi sama sekali minuman dan makanan berbahaya seperti berikut :\r
\r
1. Ikan Laut / Makanan dari Laut\r
\r
Hindari mengonsumsi makanan berbahaya seperti ikan tilefish, makerel, todak, bluefish, striped bass, tuna, marlin, hiu, dan beberapa jenis ikan lainnya. Ikan-ikan tersebut mengandung tingkat merkuri yang lebih tinggi dari ikan lainnya. Untungnya, ibu hamil masih diperbolehkan makan ikan lain dengan kadar merkuri rendah seperti lele, nila, sarden, pollock, udang, dan salmon. Tentu saja takarannya dibatasi hingga sebanyak 340 gram per minggu. Dan ingat untuk selalu memasak hidangan laut terlebih dahulu dan hindari mengonsumsi sushi, sashimi, dan makanan laut mentah lainnya.\r
\r
2. Daging Mentah\r
Semua daging harus dimasak hingga matang agar terhindar dari kontaminasi dan keracunan makanan akibat salmonella, campylober, E.coli, parasit, dan berbagai infeksi lainnya.\r
\r
3. Telur Mentah\r
Telur yang mentah dan tidak dimasak hingga matang bisa menyebabkan keracunan makanan akibat bakteri salmonella. Ketika memasak telur, pastikan putih dan kuning telur matang hingga rata.\r
\r
4. Beberapa Jenis Keju\r
Keju dengan tekstur lembut seperti brie, camembert, keju biru, gorgonzola, dan roquefort cenderung lebih lembap, hingga membuat bakteri listeria bisa tumbuh dan berkembang. Namun keju dengan tekstur keras masih bisa dikonsumsi, misalnya keju parmesan, cheddar, atau stilton. Begitu pun dengan keju bertekstur lembut yang terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi seperti keju halloumi, ricotta, paneer, mozzarella, dan cottage.\r
\r
5. Hati\r
Hati dan makanan yang mengandung hati kemungkinan mengandung terlalu banyak vitamin A yang justru dapat berbahaya bagi bayi.\r
\r
6. Susu yang tidak dipasteurisasi\r
Ibu hamil disarankan hanya minum susu yang sudah dipasteurisasi alias susu UHT. Apabila ibu lebih suka susu mentah, rebuslah terlebih dahulu.\r
\r
7. Kafein\r
Terlalu banyak mengonsumsi kafein ketika hamil bisa meningkatkan risiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Ingat, kafein tidak hanya ada di kopi melainkan juga di teh, cokelat, minuman bersoda, minuman berenergi, dan bahkan obat flu. Oleh karena itu, disarankan untuk hanya minum 200 mg kafein sehari atau setara dengan dua cangkir kopi instan.\r
\r
8. Sayuran dan buah-buahan yang tidak dibersihkan atau mentah.\r
Pastikan untuk selalu mencuci sayuran dan buah-buahan hingga bersih di bawah air mengalir. Hindari pula makan buah atau sayuran yang sudah rusak, bolong, atau memar karena bakteri dapat berkembang di daerah tersebut.\r
\r
@If we have mistakenly uploaded any copyright material, please message us and we will take it down immediately.

Просматривать другие видео

Просматривать другие видео